Minggu, 19 Mei 2024
cara buat konten
5 Jenis Konten yang Bisa di coba di Facebook

5 Jenis Konten yang Bisa Meningkatkan Edge Rank Facebook Anda
Di Indonesia banyak sekali online shop yang berjualan dengan menggunakan akun Facebook personal. Bukan tanpa alasan mereka menggunakan akun Facebook personal. Selain gratis, jualan dengan akun Facebook personal bisa lebih dekat dengan calon pembeli. Sehingga apabila sudah terbangun kedekatan dan kepercayaan maka closing pun akan lebih mudah.
Dengan berjualan lewat akun Facebook personal, para pemilik online shop juga bisa stalking calon pembelinya. Seperti kapan mereka ulang tahun, apa pekerjaannya, apa yang mereka keluhkan dan lain sebagainya. Sehingga dalam membangun interaksi akan lebih mudah.
Namun tidak sedikit pula para pemilik online shop yang di timelinenya dipenuhi dengan produk yang dia jual. Padahal prinsip jualan di sosial media itu orang suka belanja tetapi tidak suka dijuali. Dan inilah yang membuat Edge Rank menjadi turun. Banyak upload produk dengan copywriting yang ciamik, tetapi minim respon. Yang komen sedikit, terlebih yang kontak gak ada. Kalau ini dibiarkan lama-lama online shop Anda akan ditinggalkan.
Namun Anda jangan khawatir, kami punya solusinya untuk Anda, yaitu 5 Jenis Konten yang Bisa Meningkatkan Edge Rank Facebook Anda. Apa saja 5 jenis konten itu? Luangkan waktu Anda sejenak untuk membacanya hingga selesai.
5 Jenis Konten yang Bisa Meningkatkan Edge Rank Facebook Anda
5 jenis konten tersebut antara lain :
- Hiburan
- Inspirasi
- Pendidikan
- Percakapan
- Promosi
[1] Konten yang bersifat hiburan/ lucu-lucuan
Yang perlu Anda ketahui adalah bahwa orang suka menikmati diri mereka sendiri! Sehingga kalau Anda jualan di akun Facebook personal hanya posting barang dagangan saja lama-lama Anda akan ditinggalkan.
Jadi Anda perlu variasi konten. Dan konten yang bersifat hiburan atau lucu-lucan adalah konten yang tepat untuk membangun interaksi dengan calon pembeli Anda di Facebook.
Ada satu quote dari Buffer yang memperkuat hal ini.
Konten yang menghibur sering kali lucu, sering kali mudah dibagikan, dan seringkali dapat dengan cepat mengubah “perusahaan” menjadi “kelompok orang seperti saya.”
Beberapa konten yang masuk dalam kategori konten hiburan atau lucu-lucuan ini antara lain :
- Memes
- Lelucon
- Nostalgia
- Kontes & Giveaways
- Teka-teki
- Komik
Hannah Smith dari Distilled, sebuah online marketing agency yang ada di London, mengatakan :
Konten yang dibuat untuk menghibur mungkin tidak terkait langsung dengan produk / layanan Anda, namun untuk mendapatkan interaksi, konten harus menarik bagi target market Anda.
[2] Konten yang Menginspirasi
Anda masih ingat beberapa waktu yang lalu banyak sekali quotes dari Mario Teguh bertebaran di teimeline Anda? Atau mungkin quotes dari tokoh-tokoh lain sepeti AA Gym, Andrie Wongso, Dewa Eka Prayoga dan lain sebagainya. Quotes yang menginspirasi memang selalu populer. Namun itu hanya salah satu contoh saja.
Ada quotes dari Buffer yang cukup menarik :
Inspirasi terbaik sering datang dalam bentuk studi kasus, testimonial pelanggan dan cerita tentang kegagalan dan tantangan yang dihadapi orang-orang sukses di sepanjang jalan.
Untuk konten selain quotes yang termasuk dalam konten yang menginspirasi antara lain :
- Trivia / fakta yang menakjubkan
- Gambar yang mempengaruhi emosi
- Cerita sukses dari orang ternama
[3] Konten Edukasi
Di dalam berjualan di sosial media kita butuh yang namanya personal branding dan authority. Dengan membangun konten-konten edukasi itu sebenarnya adalah proses membentuk perosnal branding dan authority Anda.
Syaratnya harus konsisten dan relevan. Kalau Anda jualan produk fashion ya postinglah konten edukasi yang berhubungan dengan fashion. Kalau Anda jualan produk herbal ya postinglah konten edukasi yang berhubungan dengan penyembuhan penyakit dengan cara alami.
Jangan sampai Anda jualan produk rumah tangga tapi Anda malah membahas bisnis dalam konten Anda. Ya gak nyambung. Manfaatnya akan terasa dalam jangka panjang. Begitu target market Andamerasakan keahlian Anda, mereka akan bersedia berinvestasi lebih banyak lagi pada produk yang Anda jual!
Berikut ini beberapa contoh konten edukasi yang bisa Anda pakai yang bisa menaikkan edge rank Anda :
- Link menuju blog Anda dan orang lain yang masih relevan dengan produk yang Anda jual
- Tips dan trik
- Data-data hasil penelitian
- Sumber daya gratis seperti tutorial dan strategi dalam bentuk ebook
- Jawaban untuk pertanyaan yang sering ditanyakan
- Studi kasus
- Live streaming atau webinar
[4] Konten Percakapan
Jangan mentang-mentang friends list dan followers Anda sudah banyak, lalu Anda posting sesuka hati Anda. Ada waktunya Anda harus mendengarkan teman-teman Anda di Facebook.
Cara yang paling mudah adalah dengan bertanya. Misalkan Anda posting foto Monas di Jakarta. Tanyakan kepada target market Anda apakah mereka sudah pernah ke sana? bagaimana pendapat mereka tentang Monas? dan lain sebagainya.
Selain konten yang berupa pertnyaan, ada beberpa konten yang bisa menaikkan edge rank akun facebook Anda. antara lain :
- Jajak pendapat/ Polling
- Pro Kontra
- Meminta nasihat
- konten “Caption this” foto.
[5] Konten Promosi
Akhirnya, inilah konten yang paling Anda tunggu-tunggu! Namun sebelum Anda melakukan promosi di sosial media ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan, diantaranya :
- Jangan jualan sebelum memposting 4 hal di atas. Kalau dalam sehari Anda 5 kali update status, Anda hanya punya jatah 1 posting untuk jualan.
- Dalam berjualan Anda tidak boleh berjualan secara hard selling. Ingat selalu prinsip : orang suka belanja tetapi tidak suka dijuali.
- Selau gunakan softselling dengan teknik copywriting atau covert selling. Supaya orang merasa tidak dijuali secara langsung.
Berikut adalah contoh konten promosi untuk meningkatkan edge rank Facebook Anda:
- Produk gratis bagi yang mendaftarkan emailnya
- Produk dan Layanan
- Testimonial klien
- Diskon
Itulah 5 jenis konten yang bisa meningkatkan edge rank Facebook Anda. Jenis konten di atas juga bisa diaplikasikan di Facebook Page. dalam dunia internet marketing kita mengenal istilah content is king, konten adalah raja.
Jadi sebagus apapun teknik Anda berpromosi, sehebat apapun Anda dalam mendatangkan pengunjung, tetapi kalau kontennya jelek tinggal menunggu waktu bisnis Anda akan ditinggalkan dengan sendirinya.
Silakan bagikan tulisan ini di akun sosial media Anda supaya teman-teman Anda juga bisa mendapatkan manfaat yang sama.
mencoba hal hal baru

Setiapmanusia pada dasarnya memiliki berbagai cara untuk meningkatkan kualitas dirinya. Ada dengan menerima tantangan, bergabung komunitas, sampai mencoba berbagai hal baru. Dari semua cara tersebut sepertinya mencoba hal baru adalah salah satu cara yang paling umum namun tidak semua orang berani melakukannya.
Mencoba hal baru adalah situasi dimana seseorang mencoba sesuatu yang belum pernah ia lakukan sebelumnya. Pada umumnya orang akan merasa ragu untuk mencoba hal baru sebab, belum pernah terpikirkan sebelumnya akan mencoba hal baru di dalam hidupnya. Padahal mencoba hal baru merupakan langkah penting untuk mengetahui luasnya dunia.
Beberapa dari mereka yang enggan mencoba hal baru memiliki beberapa alasan tersendiri diantaranya adalah rasa takut, kurangnya rasa percaya diri, hingga merasa tidak perlu untuk melakukannya. Sebaliknya orang yang mencoba hal baru biasanya memiliki rasa percaya diri yang tinggi, rasa optimisme, dan juga rasa keingintahuan akan sesuatu yang belum pernah ia coba sebelumnya.
Sangat disayangkan ketika seseorang diberikan banyak kesempatan untuk mencoba hal baru namun mereka melewatkannya begitu saja. Padahal ada banyak dampak positif yang didapatkan ketika mencoba hal baru seperti, meningkatkan kemampuan berpikir, meningkatkan daya ingat, meningkatkan konsentrasi, dan meningkatkan kemampuan memecahkan masalah.
Berikut beberapa cara yang dapat Anda lakukan agar diri Anda terdorong untuk melakukan hal baru di dalam hidup Anda. Pertama, tanamkan rasa percaya diri Anda. Kedua, jangan takut gagal. Ketiga, berani mengambil risiko. Keempat, berdamai dengan ketidakpastian. Kelima, tidak mudah menyerah. Keenam, tanamkan sifat optimis dan semangat positif dalam diri Anda. Ketujuh, berani keluar dari zona nyaman.
Beberapa saran diatas dapat Anda coba bagi Anda yang merasa kesulitan ketika ingin mencoba hal baru. Mencoba hal baru menjadi salah satu diantara banyaknya cara agar diri Anda berkembang dan memiliki wawasan yang luas. Pada intinya, jangan takut untuk gagal sebab, memikirkannya membuat Anda tidak berkembang dan Anda tidak akan mendapatkan manfaat dari mencoba hal baru itu sendiri.
belajar mengalahkan rasa malas
Artikel DJKN
Baru-baru ini seorang teman dalam sebuah pembicaraan berkata : “Beberapa bulan ini aku ngrasa kamu ada penurunan minat mengerjakan konten-kontenmu, ada apa?”. Saya memutar otak sebentar demi menjawab pertanyaannya. Alasan di kepala banyak, menyampaikan satu saja kepadanya tak akan pas. Ingin kujawab “sibuk”, tapi nyatanya tidak sibuk-sibuk amat. Saya terdistraksi, ya, itu juga betul. Mungkin penyebab distraksinya itu yang dapat diuraikan menjadi beberapa garis-garis pencar. Tapi itu semua mengenai penurunan keinginan mengerjakan proyek kehidupan pribadi. Nah, bagaimana jika kita mulai membahas rasa malas yang menyerang dan penurunan minat (demotivasi) dalam kewajiban pekerjaan kita. Sepertinya alasan-alasan di belakangnya dapat hampir dipersamakan, antara demotivasi kewajiban bekerja dan demotivasi untuk mengerjakan suatu minat pribadi.
Apa itu Demotivasi?
Demotivasi merupakan suatu perasaan di mana kita merasa lelah, kehilangan semangat, bahkan menyerah untuk melakukan sesuatu hal atau pekerjaan. Biasanya, itu terjadi karena kita merasa tidak dapat mengerjakan sesuatu secara maksimal, baik itu pekerjaan ataupun tugas-tugas yang memang sudah menjadi tanggung jawab kita. Demotivasi bisa disebabkan kondisi lelah secara fisik, mental, atau emosional karena stress yang berlebih. Ketika rasa stress itu melanda terus menerus hingga berkepanjangan, kita akan merasa kehilangan motivasi atau semangat untuk melakukan suatu hal atau pekerjaan. Namun, tidak sedikit dari orang yang mengalami demotivasi tetap berkeinginan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut, hanya saja ia tidak memiliki semangat untuk mengerjakannya.
Ciri atau Tanda Mengalami Demotivasi
1) Memisahkan atau Mengasingkan Diri dari Lingkungan
Saat mengalami demotivasi, akan sulit rasanya untuk membaur dengan beberapa lingkungan atau lingkungan tertentu. Misalnya, dalam ranah organisasi, kita dituntut untuk menyelesaikan suatu projek, hanya saja kita tengah mengalami demotivasi. Tentunya hal itu akan berdampak pada keengganan untuk terlibat terlebih dahulu dalam organisasi tersebut atau dengan kata lain menarik diri untuk sementara.
2) Mengabaikan Lingkungan Sekitar
Sebenarnya, demotivasi dapat terlihat melalui bahasa tubuh seseorang dalam melakukan interaksi pada orang lain di sekitarnya. Saat mengalami demotivasi, munculnya rasa tak ada hasrat untuk melakukan apapun, mulai dari hal-hal atau pekerjaan hingga hobi keseharian pun enggan dilakukan. Apabila terus terbawa dengan demotivasi ini, hal itu tentu akan sangat berbahaya dan berdampak buruk, baik bagi diri sendiri maupun orang-orang yang berada di lingkungan sekitar.
3) Muncul Rasa Takut yang Berlebih
Demotivasi bisa saja muncul saat seseorang tengah mengalami ketakutan yang berlebih. Bahkan tak sedikit dari mereka akan memilih mundur dan tak lagi memiliki minat untuk mengembangkan dirinya. Perasaan takut tersebut perlahan akan menghambat segalanya hingga membuat seseorang tersebut ragu dalam mengambil tindakan. Rasa takut tersebut dilandaskan pada sebatas pemikiran mereka saja, bukan pada kenyataan yang konkret.
4) Hilangnya Minat untuk Mengembangkan Diri
Apabila memiliki semangat dalam melakukan suatu hal, kita akan terus mencari cara untuk mengasah dan mengembangkan diri. Akan tetapi, apabila tiba-tiba memulai untuk mengubah kebiasaan sehingga tidak tertarik lagi untuk mengasah dan mengembangkan diri, itu menjadi pertanda awal bahwa kita tengah mengalami demotivasi atau kehilangan semangat.
5) Hilangnya Rasa Inisiatif
Sebagian orang yang tengah mengalami demotivasi cenderung akan kehilangan rasa inisiatif pada dirinya. Hal ini ditandai dengan perasaan enggan untuk memulai dan melakukan hal, tugas, atau pekerjaan baru. Apabila itu terjadi, itu adalah tanda bahwa kita tengah dilanda bosan dan lelah dengan aktivitas yang sama selama berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun.
Sedangkan Malas, Apa Bedanya Dengan Demotivasi?
Malas menurut KBBI berarti tidak mau bekerja atau mengerjakan sesuatu. Dari pengertian tersebut kita bisa mengetahui bahwa malas memiliki niat. Seseorang yang malas ingin dan menikmati dirinya tidak melakukan sesuatu. Malas tidak termasuk hal yang buruk selama masih dalam kewajaran dan tidak berlangsung lama. Tanda-tanda seseorang malas melakukan sesuatu antara lain : tidak peduli pada kualitas selama pekerjaan itu selesai, mengambil jalan yang lebih mudah dan cepat, tidak sesuai dengan aturan, menunda-nunda sesuatu, lebih suka jika orang lain melakukan pekerjaan tersebut, cenderung beralasan untuk melindungi diri sendiri atau berbohong, menyukai mengerjakan sesuatu yang tidak penting.
Malas dan demotivasi merupakan dua hal yang berbeda, namun keduanya memiliki ciri-ciri dan efek yang hampir sama. Dari pengertian yang telah dijabarkan di atas, terlihat rasa malas dimulai dari niatan dalam diri pada seseorang yang membuat seseorang tidak ingin memberikan hasil terbaiknya dalam mengerjakan sesuatu. Demotivasi bersifat lebih luas, dapat dari luar maupun dalam diri seseorang misal saat seseorang menanggung suatu beban mental, kekecewaan atau stress karena suatu hal, dia akhirnya juga tidak dapat memberikan hasil terbaiknya dalam suatu pekerjaan walapupun keinginan itu masih ada. Apakah yang kita alami merupakan kemalasan atau demotivasi, silakan menguraikan penyebab untuk dapat jujur pada diri kita sendiri.
Demotivasi dan rasa malas sama-sama dapat berefek tidak baik pada hasil pekerjaan, merugikan rekan kerja yang lain dimana kita tergabung di dalamnya, yang akhirnya akan menurunkan output suatu organisasi. Rasa malas dan demotivasi juga sama-sama akan berdampak akan produktivitas yang menurun, ide-ide akan lebih sulit mengalir, kehilangan kesempatan menjanjikan dalam pekerjaan, dan jika tidak segera diatasi akan memicu burn out dalam pekerjaan.
Selanjutnya, Tips Untuk Menghadapi Rasa Malas dan Demotivasi Bekerja
Terkadang kita mesti menerima kalo sifat kita itu tidak permanen. Artinya minat dan impian kita pun dapat berubah entah setelah diceburkan ke dalam realita atau karena rutinitas yang membuat jenuh, meski pekerjaan itu dulunya adalah impian kita.
Berikut ini merupakan beberapa cara mengatasi rasa malas dan demotivasi bekerja :
1. Memahami apa sebenarnya penyebabnya.
Demotivasi kerja bukanlah suatu hal yang muncul tanpa penyebab. Sadar ataupun tidak, sebenarnya kita sedang mengalami suatu konflik antara diri sendiri dengan lingkungan kerja berikut tuntutan di dalamnya. Cobalah menyempatkan waktu untuk merenungi apa yang kita rasakan saat ini. Pahami lebih dalam, apa yang sebenarnya membuat kita mengalami demotivasi kerja. Pada sifat malas, dengan mengetahui penyebab dari perasaan malas, kita akan jadi lebih tahu pendekatan mana yang bisa kita lakukan untuk menanganinya.
2. Mencoba untuk Berinteraksi
Mungkin sebagian dari kita ketika mengalami demotivasi akan cenderung menarik diri dari lingkungan sekitar. Dengan kata lain, enggan untuk berinteraksi sementara sampai waktu yang telah ditentukan. Namun, cobalah berinteraksi bersama orang lain. Karena dengan kita melakukan interaksi, maka akan muncul cerita-cerita baru, entah itu cerita dari diri kita sendiri ataupun cerita mengenai pengalaman dari orang tersebut. Dengan begitu, nantinya akan muncul cerita atau pengalaman menarik yang tentunya bisa dijadikan sebagai pembelajaran dan motivasi diri. Selain itu, berinteraksi terhadap sesama juga dapat mengatasi stress. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, stress merupakan salah satu dari sekian tanda dan penyebab utama timbulnya demotivasi pada diri. Akan tetapi, perlu diperhatikan terlebih dahulu, pastikan kalian berinteraksi dengan orang yang memang tepat.
3. Coba untuk Beristirahat Secukupnya
Manusia bukanlah mesin yang dapat bekerja 24 jam nonstop. Bahkan mesin saja sesekali bisa rusak karena terus menerus dipaksa untuk bekerja atau melakukan sesuatu. Fisik yang terlalu dipaksakan cenderung membuat kehilangan semangat dari awal. Oleh sebab itu, pastikan kondisi fisik siap untuk melakukan segala aktivitas. Apabila merasa lelah, istirahat secukupnya karena ini sebagai salah satu tindakan untuk mengatasi demotivasi pada diri. Istirahat yang dimaksud ialah tidur. Karena sesungguhnya, tidur merupakan istirahat yang sangat penting. Usahakan untuk tidur 6 - 8 jam per harinya.
4. Berolahraga
Olahraga selain membuat badan sehat dan bugar, tetapi juga dapat membuat pikiran lebih segar. Olahraga dapat membuat hormon endorfin diri terus meningkat. Hormon endorfin merupakan salah satu hormon yang memicu rasa bahagia, senang dan juga tenang.
5. Sejenak Coba Raih Comfort Food atau Barang yang Membuatmu Nyaman
Jika rasa kehilangan motivasi dan malas mencoba untuk merasuki, bisa dicoba untuk memberikan self reward secara rasional untuk kembali memunculkan semangat kerja.
6. Hindari hal negatif yang terdapat di lingkungan kerja
Demotivasi kerja juga bisa dipicu oleh berbagai hal negatif yang ada di sekitar. Tidak hanya menurunkan motivasi dan semangat bekerja, hal negatif tersebut juga dapat memengaruhi cara berpikir terhadap pekerjaan. Hindarilah konflik yang tidak diperlukan serta pembicaraan negatif seputar pekerjaan. Jauhi perilaku yang dapat menimbulkan kesan buruk, seperti berbohong, mangkir dari pekerjaan, absen tanpa keterangan, dan sebagainya.
7. Mendekatkan Diri pada Tuhan Yang Maha Esa
Hal ini dapat kita lakukan dengan memperbanyak bersyukur, bersedekah, berdoa, dan beribadah. Dengan mendekatkan diri pada Tuhan, mestinya kita bisa lebih memahami apa arti dari hidup dan tujuan hidup sesungguhnya. Karena pada hakikatnya, manusia memang diciptakan untuk beribadah maka niatkan bekerja sebagai salah satu bentuk ibadah.
8. Hindari Terlalu Banyak Distraksi Tertentu yang Membuat Perhatian Kita Teralih
Misalnya distraksi media sosial yang berlebihan. Salah satu distraksi yang jarang disadari namun sebenarnya dapat sangat menyita waktu adalah media sosial. Saat mengecek medsos, awalnya kita mungkin hanya berniat membalas komentar teman, lalu malah akan beralih menelusuri halaman-halaman lain yang menarik perhatian. Rencana awal yang tadinya hanya akan menghabiskan waktu 30 detik untuk berinteraksi dengan teman dapat berakhir dengan 30 menit menikmati foto-foto liburan atau pemandangan menarik lainnya.
Kesimpulan
Akhirnya, kita sendiri yang dapat menentukan apa yang sebenarnya kita alami, apakah malas atau kita sebetulnya sedang mengalami demotivasi oleh sebab apapun. Maka penting sekali untuk menggali perasaan tersebut agar dampaknya tidak berlarut yang tentu akan berdampak pada diri dan lebih besar lagi, teman sekitar, lingkungan kerja maupun organisasi. Yang tidak kalah penting adalah segeralah menyadari keadaan dan mengambil sikap atas rasa malas dan demotivasi kerja yang kita alami.








